Translate

Selamat Membaca Goresan penaku sahabat-sahabatku.

Konsep Dasar Kurikulum

 A. Pengertian Kurikulum 

Kurikulum berasal dari kata curriculum yang berarti lintasan untuk balap kereta kuda yang biasa dilakukan oleh bangsa Rowami pada zaman Kasiar Galus Julias Caesar di abad pertama Tahun Masehi (Olivia dalam Suparman,2001:2) 

Istilah kurikulum dikenal dan muncul pertama kalinya di dalam kamus Webster tahun 1856. Pada tahun itu penggunaan kurikulum dipakai dalam bidang olahraga, yakni suatu alat yang membawa seseorang dari start sampai finish. Baru pada tahun 1955 istilah kurikulum digunakan dalam bidang pendidikan dengan arti sejumlah mata pelajaran pada perguruan tinggi. Di dalam kamus tersebut (Webster), kurikulum diartikan dalam dua versi, yaitu: 

1. Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari murid disekolah atau perguruan tinggi untuk memperoleh ijazah tertentu. 

2. Sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu departemen. 

B. Hubungan Kurikulum dengan Pembelajaran,Guru,dan Buku Teks. 

1. Kurikulum dengan Pembelajaran 

Seperti sudah dijelaskan di atas, bahwa kurikulum menunujukan semua pengalaman belajar siswa di sekolah. Atas dasar pandangan tersebut, diperoleh kesan bahwa sekolah dapat dipandang sebagai miniatur masyarakat , karena di dalam lingkungan sekolah murid mempelajari segi-segi kehidupan social, seperti norma-norma, nilai-nilai, adat-istiadat, gotong-royong atau kerja sama dan sebagainya. 

Taba (dalam Winataputra, 1997:54) mencoba memandang kurikulum dari sisi lain. Dia menganggap bahwa suatu kurikulum biasanya terdiri atas tujuan, isi, pola belajar-mengajar, dan evaluasi. 

2. Kurikulum dengan Guru 

Kurikulum resmi sebenarnya merupakan sesuatu yang diidealisasikan atau dicita-citakan. Orang yang bertanggung jawab langsung dalam upaya mewujudkan apa yang tertuang dalam kurikulum resmi adalah guru. Hal ini disebabkan guru merupakan orang yang bertugas melaksanakan, serta mengembangkan kurikulum di kelas. Untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka guru memerlukan suatu pedoman sebelum peroses belajar mengajar berlangsung yaitu kurikulum resmi itu sendiri. 

3. Kurikulum dengan Buku Teks 

Pada hakikatnya, kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sedangkan buku teks adalah sarana belajar yang biasa digunakan disekolah-sekolah untuk menunjang suatu program pengajaran. 

C. Komponen Kurikulum 

Setiap kurikulum mempunyai kompenen-komponen, yaitu: 

1. komponen tujuan, yaitu arah atau sasaran yang hendalk dituju oleh proses penyelenggara pendidikan. 

2. Komposisi isi, pengalaman belajar yang diperoleh murid dari sekolah. 

3. Komponen metode proses belajar-mengajar yaitu cara murid memperoleh pengalaman belajar untuk mencapai tujuan. 

4. Komponen evaluasi atau penilaian yaitu cara untuk mengetahui apakah sasaran yang ingin dituju dapat tercapai atau tidak.

Daeng, kembong dkk.2008.Telaah Kurikulum Bahasa Indonesia.Makassar: Badan Penerbit UNM.


Category Article ,

What's on Your Mind...

Total Tayangan Laman