Translate

Selamat Membaca Goresan penaku sahabat-sahabatku.

Klasifikasi Fungsi Bahasa

PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 

Bahasa mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, salah satu pembuktiannya yaitu seseorang akan kesulitan berkomunikasi dan menginteraksikan dirinya dengan masyarakat disekitarnya jika ia tidak menguasai bahasa yang digunakan oleh masyarakat sekitarnya tersebut. Seseorang yang demikian tidak dapat dikatakan anggota dalam masyarakat tersebut, karena ia hanya berada ditengah-tengah masyarakat tersebut secara fisik tetapi secara sosial dia belum berada dimasyarakat tersebut. Kenapa dikatakan tersebut, karena komunikasi yang efektif tidak akan terjadi jika pihak yang berkomunikasi tidak memiliki bahasa yang sama, yang berlaku dalam masyarakat itu. 

Bahasa juga sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapat ditinggalkan. Bagi masyarakat yang dwi bahasa (dwilingual), akan dapat ‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih bahasa yang digunakannya. Mereka tidak akan memakai secara sembarangan. Mereka mengetahui kapan dan dalam situasi apa bahasa yang satu dipakai, dan kapan dan dalam situasi apa pula bahasa yang lainnya dipakai. Dengan demikian perkembangan bahasa akan menjadi terarah. Pemakainya akan berusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinya antara lain, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke dalamnya. Unsur-unsur yang dianggap menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-unsur yang dianggap merugikannya akan ditolak. 

Begitu pentingnya bahasa, sehingga dapat dinyatakan bahwa bahasa itu tidak terpisahkan dari manusia dan mengikuti manusia dalam setiap kegiatannya. Pentingnya bahasa semakin dominan jika dikaitkan dengan kebudayaan. Di satu pihak, bahasa itu merupakan produk budaya, serta akumulasinya informasi ilmu pengetahuan hanya dapat terjadi karena bahasa. 

Pentingnya bahasa juga dirasakan oleh ahli yang ingin mengorek jati diri suatu masyarakat. Sehubungan dengan hal itu, Samsuri (1982) menyatakan bahwa bahasa merupakan kunci yang paling menghasilkan untuk membuka ciri-ciri suatu keompok masyarakat. Dikatakannya bahwa kita tidak dapat menyelidiki suatu kelompok manusia dengan baik tanpa mengetahui bahasanya. Namun sangat ironis, karena perhatian manusia terhadap bahasa tidaklah sebesar atau seimbang peranan bahasa dalam kehidupan manusia. Maka dari itu dalam makalah ini penulis akan mengungkapkan klasifikasi fungsi bahasa baik secara umum maupun fungsi bahasa yang disebutkan oleh beberapa ahli. 

B. Rumusan Masalah 

Ø Bagaimanakah klasifikasi fungsi bahasa ? 

C. Tujuan Penulisan 

Ø Untuk mengetahui berbagai macam klasifikasi fungsi bahasa 

D. Metode Penelitan 

Dari sekian banyak metode yang penulis ketahui, penulis menggunakan metode kepustakaan. Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi keperpustakaan, tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet). Penulis menggunakan metode ini karena lebih praktis, efektif, efisien, serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data-data tentang topik atau pun materi yang penulis gunakan untuk karya tulis atau makalah ini. 

E.Ruang Lingkup 

Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki, maka ruang lingkup makalah ini terbatas pada pembahasan mengenai fungsi bahasa. 

PEMBAHASAN 

Fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Dalam dan untuk kepentingan apa saja, pada hakikatnya bahasa digunakan manusia sebagai alt komunikasi. Jika seseorang mengeluh, misalnya, atau menyatakan rasa syukur, maka pada saat itu dia sedang menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Selain fungsi umumnya, bahasa juga memiliki fungsi khusus. Salah satu ahli yang membagi fungsi bahasa adalah Finachiaro (1977), dia membagi fungsi bahasa menjadi lima kelompok, sebagai berikut: 

1. fungsi personal, yaitu fungsi bahasa untuk menyatakan diri. Ukurannya adalah hal yang disampaikan itu berasal dari diri atau bukan. Hal yang terdapat pada diri manusia di bedakan menjadi dua macam, yakni: perasaan dan pikiran. 

2. Fungsi interpersonal, yaitu fungsi bahasa yang menyangkut hubungan antar penutur atau antar persona. Fungsi bahasa yang demikian diarahkan untuk membina hubungan sosial. 

3. Fungsi direktif, yaitu fungsi bahasa untuk mengatur orang lain. Yang diharapkan oleh penutur dengan fungsi direktif adalah dampak tindakan orang lain yang diharapkannya. 

4. Fungsi referensional, yaitu fungsi bahasa untuk menampilkan suatu referen (benda yang disebut untuk ditunjuk) dengan mneggunakan bahasa. Dengan fungsi itu, pemakai bahasa mampu membicarakan apa saja yang berkenaan dengan lingkungannya. 

5. Fungsi imajinatif, yaitu fungsi bahasa untuk menciptakan sesuatu dengan imajinasi, seperti prosa, puisi, cerpen, novel, dan roman-roman merupakan karya-karya lahir berkat fungsi bahasa sebagai alat untuk berimajinasi. 

Tujuh fungsi bahasa yang diuraikan oleh Halliday (1973) adalah sebagai berikut: 

1. Fungsi instrumental, yaitu fungsi bahasa untuk mengatur lingkungan, yakni menciptakan situasi atau peristiwa tertentu. Dalam konteks itu bahasa mengembang sebagai alat. 

2. Fungsi representasional,yaitu fungsi bahasa untuk dapat menghadirkan dunia nyata . fungsi dan khasana ilmu pengetahuan tidak akan terkomunikasikan jika tidak dinyatakan dengan bahasa . 

3. Fungsi interaksional, yaitu fungsi yang mengacu pada fungsi bahasa sebagai alat untuk berinteraksi. Fungsi interaksional dapat dilaksanakan seseorang dengan baik jika dia mengetahui dan memahami benar-benar nilai-nilai atau karakteristik budaya yang berlaku dalam bahasa tersebut. 

4. Fungsi personal, yaitu fungsi bahasa yang menyiratkan makna bahwa bahasa merupakan alat untuk menyampaikan diri, hal ini sama dengan yang diungkapkan oleh Finocchiaro. 

5. Fungsi Heuristik, yaitu fungsi bahasa yang dimanfaatkan untuk memperoleh pengetahuan. 

6. Fungsi imajinatif, yaitu fungsi bahasa yang dapat digunakan untuk berimajinasi atau menciptakan sesuatu. 

7. Fungsi regulatori, yaitu fungsi bahasa yang mengembang tugas memelihara atau mengontrol keadaan atau peristiwa. 

Pembagian lain mengenai fungsi bahasa itu dikemukakan oleh Blumdell el al, seperti yang telah diungkapkan Sadtono (dalam Dardjowijo (ed) 1987). Menurutnya, fungsi bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat bagian. Keempat fungsi itu adalah : 

1. Fungsi informasional, penyikapan, dan aktif, yakni fungsi yang didasarkan pada kenyataan bahwa sikap (attitude) terhadap sesuatu (perasaan, pendapat, penilaian) dapat ditentukan setelah seseorang terlebih dahulu mendapatkan informasi. 

2. Fungsi formula sosial atau fungsi basa-basi merupakan fungsi yang sekedar dimaksudkan untuk memantapkan hubungan sosial. 

3. Fungsi pelumas komunikasi, merupakan fungsi bahasa yang digunakan oleh salah satu partisipan dalam komunikasi menjadi lancar. 

4. Fungsi informasi kebahasaan merupakan fungsi bahasa untuk mengungkapkan bahasa itu sendiri. 

Brown dan Yulle (1985) membedakan dua macam fungsi bahasa. Fungsi bahasa yang berkenaan dengan ekspresi isi merupakan fungsi transaksional dan fungsi bahasa yang berkenaan dengan ekspresi relasi sosial dan sikap personal disebut fungsi interkasional. 

Berdasarkan pandangan fungsi transaksional, fungsi bahasa yang paling penting adalah komunikasi informasi. Nilai pemakaian bahasa untuk memindahkan informasi merupakan bagian mitos kebudayaan.Bahasa yang digunakan untuk menyampaikan informasi proposional atau informasi faktual adalah bahasa transaksional utama. Dalam bahasa transaksional utama itu, orang harus beranggapan bahwa yang dimiliki penutup dalam benaknya adalah pemindahan informasi yang efisien, dimana bahasanya tersebut diorientasikan dalam pesan. Tujuan komuniksi menurut fungsi transaksional ini adalah agar apa yang dikemukakan oleh penutur dapat dikemukakan dengan jelas. 

Pandangan fungsi bahasa seperti di atas dikemukakan oleh para linguis, filosof bahasa, dan ahli psikologi. Mereka lebih tertarik pada pemakaian bahasa untuk memantapkan dan memelihara hubungan sosial. Hal itu tampak, misalnya dalam pemakain fatik suatu bahasa yang sering dimaksudkan untuk membuka atau menutup percakapan. 

Uraian di atas memberikan pemilihan yang jelas antara bahasa lisan dan bahasa tulis. Bahasa lisan mengemban dua fungsi sekaligus, yakni transaksional dan intraksional. Bahasa lisan mengemban fungsi intraksional, bukan transaksional. 

Nababan ( 1984 ) memiliki pandangan yang agak berbeda dengan pandangan tersebut di atas. Menurut Nababan, bahasa disamping memiliki fungsi umum sebagai alat komunikasi, masih memiliki empat golongan fungsi, yakni (1) fungsi kebudayaan, (2) fungsi kemasyarakatan, (3) fungsi perorangan, dan (4) fungsi pendidikan. 

Bahasa memiliki hubungan yang erat. Bahasa dan kebudayaaan ini mengemban fungsi kebudayaan. Fungsi kebudayaan ini mencakup fungsi bahasa sebagai (1) sarana pengembangan budaya, (2) jalur penerus kebudayaan, dan (3) investasi nilai-nilai kebudayaan yang memungkinkan pengembangan dan perkembangan kebudayaan. Unsur-unsur kebudayaan sebenarnya akan hilang begitu saja jika tidak diabadikan. Pengabadian unsur kebudayaan itu bermacam-macam. Akan tetapi, semua unsur kebudayaan beserta ciri-cirinya masih memerlukan alat perekam verbal, yakni bahasa. Jadi bahasa dalam konteks itu mengemban fungsi sebagai iventaris kebudayaan. 

Menurut Nababan, fungsi kemasyarkatan bahasamenunjukkan peranan khusus suatu bahasa itu dapat dipilih menjadi dua, yakni (1) fungsi yang berdasarkan ruang lingkup dan (2) fungsi yang berdasarkan bidang pemakaian. Yang pertama mengandung dua ruang lingkup, yakni bahasa nasional dan bahasa kelompok. 

Dalam ruang lingkup nasional, suatu bahasa dapat berfungsi sebagai (1) lambang kebanggan bangsa, (2) lambang identitas bangsa, (3) alat pemersatu aneka suku, dan (4) alat penghubung antar daerah dan antar budaya. Fungsi seperti itu berlaku untuk Indonesia, dengan bahasa Indonesia sebagai bahasanasional. Sedangkan bahasa daerah memiliki fungsi yang berbeda dengan bahasa nasional. Bahasa daerah itu berfungsi sebagai (1) lambang identitas suatu daerah atau kelompok dan (2) alat pelaksanaan kebudayaan daerah atau kelompok. Bahasa daerah di Indonesia memiliki fungsi (1) lambang kebanggan daerah, (2) lambang identitas daerah, dan (3) alat penghubung dalam keluarga dan masyarakat daerah. 

Fungsi perorangan oleh Nababan diidentifikasi dengan fungsi bahasa yang dikemukakan oleh Halliday, seperti telah dipaparkan di depan. Jadi fungsi perorangan mencakup: (1) fungsi instrumental, (2) fungsi menyuruh, (3) fungsi interaksional, (4) fungsi kepribadian atau fungsi representasional, (5) fungsi pemecahan masalah atau fungsi heuristik, (6) fungsi khayal atau fungsi imajinatif. Nababan (1982) menambahkan satu lagi fungsi tersebut, yakni fungsi informatif. 

Funsi pendidikan didasarkan pada tujuan penggunaan bahasa dalam pendidikan dan pengajaran. Dalam pendidikan dan pengajaran, fungsi pendidikan bahasa dapat dipilah menjadi empat subfungsi, yakni (1) fungsi integratif, (2) fungsi instrumental, (3) fungsi kultural, dan (4) fungsi penalaran. 

Fungsi integratif memberikan penekanan pada penggunaan bahasa sebagai alat yang membuat anak didik memeliki kesanggupan untuk menjadi anggota masyarakat. Fungsi instrumental bahasa merupakanfungsi penggunaan bahasa untuk mendapatkan keuntungan material, memperoleh pekerjaan, meraih ilmu pengetahuan, mendapatkan peluang-peluang ekonomi, dan lain-lain sebagainya. Fungsi kultural adalah fungsi bahasa sebagai wahana mengenal, mempelajari, dan mengapresiasi, serta menghargai nilai-nilai budaya yang berwahanakan bahasa. Fungsi penalaran adalah merupakan fungsi bahasa yang memberikan penekanan pada penggunaan bahasa sebagai alat berfikir dan bernalar. 

PENUTUP 

A. Kesimpulan 

Fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Selain fungsi umumnya, bahasa juga memiliki fungsi khusus.Di mana fungsi khusus tersebut dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu : 

1. Finachiaro (1977), dia membagi fungsi bahasa menjadi lima kelompok, yaitu : (1) fungsi personal, (2) fungsi interpersonal, (3) fungsi direktif, (4) fungsi referensial, dan (5) fungsi imajinatif. 

2. Halliday (1973),dia mengungkapkan tujuh fungsi bahasa, yaitu : (1) fungsi insttrumental, (2) fungsi repsresentasional, (3) fungsi interaksional, (4) fungsi personal, (5) fungsi heuristik, (6) fungsi imajinatif, dan (7) fungsi regulatori. 

3. Browndan Yule (1985), membedakan dua macam fungsi bahasa. Fungsi bahasa yang berkanaan dengan ekspresi isi merupakan transaksional dan fungsi bahasa fungsi bahasa yang berkenaan ekspresi relasi sosial dan sikap personal disebut fungsi interkasional. 

4. Nababan (1984), menurutnya bahasa selain memeliki fungsi umum, masih memiliki empat fungsi, yaitu : (1) fungsi kebudayaan, (2) fungsi kemasyarakatan, (3) fungsi perorangan, dan (4) fungsi pendidikan. 

B. Saran 

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi tentunya merupakan alat utama yang digunakan oleh individu untuk bersosialisasi dalam lingkungannya. Sehingga setiap individu perlu mengerti dan memahami bahasa yang digunakan oleh masyarakat di lingkungannya, hal ini merupakan suatu keharusan karena dengan mengetahui bahasa setempat, individu dapat mengetahui lingkungannya dengan baik dan budaya yang ada didalamnya. 

Sebagai anggota masyarakat seseorang harus mampu mengerti dan memahami bahasa di lingkungannya agar dia mampu aktif dalam lingkungannya baik dalam sosialisasi maupun interaksi. 

DAFTAR PUSTAKA 

3. Wardihan. P, Andi. 2004.Pengantar Linguistik. Makassar: Universitas Negeri Makassar 


Category Article ,

What's on Your Mind...

Total Tayangan Laman